Baca lewat email biar asik ->

Kamis, 24 Oktober 2013

BBM Akan Hidup, Handset Blackberry Tidak!


2 hari ini dunia OS sedang diinvasi oleh aplikasi chat bernama Blackberry Messenger. Ya, BBM akhirnya benar-benar hadir untuk OS Android dan iOS. Bisakah kamu bayangkan BBM yang dulunya hanya nongol di handset Blackberry sekarang nangkring di ponsel-ponsel China Android? guepun tidak pernah membayangkan sejauh itu dulu.

Di suatu hari, sekitar medio 2005, gue pernah membaca di salah satu majalah IT terkenal bahwa Blackberry adalah handset jagoan para pebisnis. Beginilah bentuk handset Blackberry yang dulu membuat saya kagum karena kesan eksklusif dan penampilan modernnya.


Darisana pengetahuan gue terbuka tentang "smartphone", saat itu gue baru tahu bahwa ada sebuah ponsel yang cara kerjanya sama dengan komputer yaitu memiliki OS. Selain Blackberry, gue kenal Palm Treo dan ponsel-ponsel bermerk O2 yang ditenagai OS Windows Mobile, untuk O2 saat itu lumayan populer dimana seingat gue beberapa teman memakainya karena label "smartphone" yang tertancap.


Waktu terus berlalu, gue sedikit terkejut melihat perubahan blackberry yang dulunya hanya dipakai kalangan pebisnis bergeser ke masyarakat umum. Walau begitu, kesan eksklusif ini masih hadir di Blackberry karena biasanya orang membeli blackberry karena ada fitur BBM, sebuah layanan perpesanan yang khusus untuk Blackberry. Menurut gue pribadi, orang yang membeli Blackberry saat itu memang memburu BBM, tak lebih.

Dunia mulai mengenal iPhone di 2007 dan saat itu iPhone bak sebuah barang dengan konsep gila. Bagaimana tidak, ketika merk lain memunculkan handphone dengan keypad fisik, iPhone malah menghilangkan semua bayangan orang tentang bagaimana sebuah ponsel. Ditambah lagi mengenalkan konsep aplikasi yang bisa diunduh melalui storenya, berikut dengan lagu yang bisa dibeli di tempat yang sama. Dunia mulai terbelalak dengan konsep baru buah pemikiran si jenius Steve Jobs.


Tak jauh darisana, sebuah raksasa sedang menyiapkan konsep tandingan (dan mungkin agak meniru) untuk menguasai pasar mobile yang saat itu masih milik Blackberry dan iPhone. Google, nama raksasa itu, sedang mengembangkan Android dengan konsep sebuah operating system yang bisa dipakai di ponsel mana saja. Berbanding terbalik dengan iPhone yang memakai OSnya sendiri hanya di handsetnya, Android malah sebuah konsep OS Open Source yang boleh dipakai siapa saja.

Benar saja, Google mengeluarkan Android perdananya hasil kerjasamanya dengan HTC yang dinamai HTC Dream. Android menamai setiap versi OS yang diusungnya dengan nama kue. Dunia mulai melirik Android yang tampilannya mirip iOS, walaupun iOS tetap tak tertandingi dari segi kecantikan desainnya. Android meniru konsep iTunes Store dengan mengeluarkan Android Store yang akhirnya sekarang kita kenal dengan Google Playstore. Bagaimana kabar Blackberry? di kala pesaingnya sibuk mengembangkan inovasi-inovasi baru, Blackberry pede dengan jualan BBMnya dan tidak memprioritaskan riset untuk menemukan hal baru. Bahkan Blackberry terkesan angkuh karena tak bergeming sedikitpun walaupun spesifikasi smartphone yang dikeluarkan baik Android dan iOS semakin gila.

Satu hal yang lama-kelamaan membunuh Blackberry adalah Android.Jelas si robot ijo ini terlalu menjulang tinggi sehingga Blackberry sampai melorot ke posisi 4 Operating System yang paling banyak digunakan. Lihat saja data mentereng Android per 7 Agustus 2013.


Blackberry bahkan bisa dikalahkan oleh Windows Phone. Celakanya Blackberry tidak bisa memprediksi hal ini, lihat saja begitu lambatnya keluar inovasi baru berupa OS BB10. Banderol mahal untuk handset ber BB10 adalah salah satu blunder besar dikala user sudah disediakan 2 pilihan pasti yaitu iOS dan Android. User yang ingin mahal dan berkelas tentu memihak Apple, sedangkan user yang ingin harga bervariasi sesuai spesifikasi yang didapat tentu memilih Android, lalu dimanakah posisi Blackberry?

Blackberry bingung memposisikan dirinya dan mengira BBM masih menjadi jualan bagus. Perusahaan ini lupa jika BBM hanya bermain di handset Blackberry dan pengguna non Blackberry bukannya tidak punya alternatif lain untuk media chatnya. Blackberry mulai bingung dan terus menerus menelan pil pahit kuarter demi kuarter.

Sebut saja per 21 September 2013, dilansir dari Ars Technica, Blackberry dilaporkan mengalami kerugian sebanyak US$ 1 miliar atau sekitar Rp 11,345 triliun. Terakhir, seperti yang gue lansir dari TechCrunch, Blackberry mesti memecat 250 karyawannya yang merupakan bagian dari departemen R & D. Bukan sebuah langkah mengejutkan Blackberry akhirnya melepas BBM ke iOS dan Android, perusahaan ini sudah terdesak untuk melakukan monetisasi dari penjualan handset dan cuma BBM harapan satu-satunya menyelamatkan muka Blackberry.


Ketika BBM diluncurkan untuk Android dan iOS beberapa hari lalu, mulai timbul pertanyaan masa depan handset Blackberry. Bagaimana mungkin handset Blackberry tidak ditinggalkan ketika BBM sudah bisa dipakai di handset selain Blackberry. Bagaimana mungkin orang-orang akan bertahan dengan layanan BIS yang mengharuskan mereka membayar paket untuk menikmati BBM ketika ada handset Android yang harganya di bawah 2 juta dan dengan lancar mengoperasikan BBM. Pelan tapi pasti, handset Blackberry akan ditinggalkan, kecuali orang-orang fanatik dan beberapa orang yang masih mengira blackberry baik-baik saja.

Sedikit memalukan memang, tetapi patutlah user Blackberry berterima kasih pada Android dan Apple karena pengguna BBM di OS tersebutlah yang akan mengangkat kembali pamor Blackberry, walau kali ini tampaknya sebagai penyedia aplikasi chat dan tidak lagi laku di smartphone.

Menarik bahwa ada beberapa status pemilik Blackberry di sosial media yang mengatakan user Android dan iOS sebenarnya juga tertarik memakai BBM, tetapi beruntunglah mereka tertarik, jika tidak...BBM hanya tinggal sejarah.

16.25 by Putu Hadi · 5

Selasa, 22 Oktober 2013

Akhirnya BBM For Android Muncul di Playstore


Insiden 21 September memunculkan pertanyaan apakah benar BBM batal dirilis. Tetapi pagi ini akhirnya BBM resmi dikeluarkan di Android. Beritanya bisa dicek disini dan penampakannya bisa dilihat di bawah ini :



Untuk mendownloadnya, kamu bisa langsung masuk ke www.bbm.com lewat browser di device masing-masing. 1 hal yang kurang sreg dari BBM adalah tidak bisanya tablet 7" gue menginstall aplikasi ini. Aneh mengingat di FAQ malah dicantumkan bahwa BBM akan berjalan di device maksimal 7".


Bayangkan, KAKAO, LINE, Whatsapp, tidak pernah memakai batasan ukuran layar untuk tablet Android. Mungkin di waktu yang akan datang, BBM akan diupdate dan bisa berjalan sesuai FAQ yang diberikan (mengingat saya sudah mengeluh langsung ke BBM)

Satu hal lagi yang banyak dikeluhkan pengguna dilihat dari review, ketika kamu mendaftar PIN BBM tidak serta merta berjalan lancar karena masih harus menunggu konfirmasi untuk memakai BBM. Apapun kekurangannya, mari ucapkan selamat datang untuk BBM di rimba raya Android yang sudah lebih dulu dipenuhi pemain-pemain raksasa :D

05.41 by Putu Hadi · 0

Jumat, 18 Oktober 2013

Samar-samar, BBM For Android Muncul Dalam Waktu Dekat?


Beberapa hari belakangan ada hal menarik yang terjadi, walaupun sebenarnya bukan inti dari tulisan kali ini. Para pengguna BB seolah mengejek pengguna Android yang menunggu-nunggu BBM, jangan saja sampai terjadi gontok-gontokan antara pengguna gadget karena semua OS punya penggemarnya masing-masing.

Masih ingat 19 September lalu ketika Blackberry Launching dengan mengundang para wartawan dan pentolan-pentolan teknologi di Indonesia? Ya, Blackberry dengan sangat pede mengatakan bahwa BBM for Android dan iOS akan diluncurkan masing-masing 21 dan 22 September. Ini sebuah launching resmi dan disaksikan plus diberitakan ke seluruh penjuru dunia. Tagline yang diusungnya yaitu BBM for Everyone yang berarti BBM sudah siap untuk dilaunching pada tanggal yang dimaksud.


Dan apa yang terjadi? Awalnya Blackberry berjanji bahwa BBM for Android akan diluncurkan tepat jam 18:00 WIB tanggal 21 September. Tetapi konyolnya sampai sekarang aplikasi BBM resmi tak sekalipun tampak di Playstore. Malah BBM for iOS muncul duluan di iTunes Store (padahal harusnya 6 jam lebih lambat). Usut demi usut, melalui blog resminya Blackberry berdalih bahwa penyebab gangguan teknis yang berakibat lambatnya peluncuran BBM for Android adalah gara-gara banyaknya yang memakai aplikasi BBM tak resmi (berupa APK) yang memang pada waktu itu banyak yang berhasil menembus pendaftaran dengan memakai PIN.

1,1 juta user baru adalah angka fantastis, bayangkan saja karena Whatsapp mengklaim penggunanya mencapai 200juta. Ini berarti pengguna BBM meningkat begitu luar biasa hanya dalam semalam, what a big win! Sayangnya hal ini tidak berlanjur dengan diterimanya 1,1 juta user tersebut karena PIN yang terdaftar dari aplikasi tak resmi diblokir akibat alasan server yang tidak kuat.

Setelahnya, BBM for Android tak kunjung muncul bahkan BBM for iOS yang duluan nongol di iTunes Store malah ditarik kembali dengan alasan yang sama, akibat ketidakstabilan sistem. Account Twitter BBM sampai saat ini tidak mentweet berita-berita terbaru kecuali janji-janji lama yang berisikan Blackberry akan terus berupaya menghadirkan BBM for Android secepat mungkin.

Lalu Bagaimanakah Nasib BBM di Android?

Sempat beredar kabar bahwa BBM Multiplatform tidak akan dilanjutkan akibat pemilik Blackberry yang baru tidak mengkehendaki aplikasi ini dibuka untuk operating system lain. Blackberry sendiri keukeuh bahwa mereka masih menyelesaikan kendala teknis yang terjadi agar BBM For Android bisa keluar secepatnya dan dinikmati para pengguna Android.

Kabar tersebut bukan isapan jempol, BBM for Android akhirnya kembali ke tahap beta. Kamu bisa lihat sendiri beritanya di situs crackberry. Kalau dalam siklus pembuatan sebuah sistem, maka kembali ke tahap beta merupakan kemunduran karena bisa berarti memulai dari 0 kembali. Dan kalau ditebak-tebak, paling cepat BBM for Android dan iOS akan diluncurkan dalam hitungan bulan (lagi).

Tetapi harapan muncul lagi ketika CMO Blackberry,Frank Boulben, mengatakan kepada Reuters bahwa kemunculan Blackberry di PlayStore hanya dalam hitungan hari. Tetapi kita tidak bisa memegang apa yang ia katakan karena dulu saja Blackberry melaunching besar-besaran dengan mengeluarkan tanggal pasti tetapi hasilnya? apalagi dengan klu "dalam waktu dekat" sepertinya kemunculan BBM semakin gelap.


Jika gue prediksi dengan itung-itungan logika, sebenarnya agak susah menebak kapan Blackberry akan meluncurkan BBM karena kali ini benar-benar gelap tidak seperti kasus-kasus kemarin. Tetapi jika saja Blackberry tidak meluncurkannya di bulan ini, maka sepertinya tidak akan gampang mengejar ketertinggalannya dengan platform chat lain. Jadi, siap bersaing atau tidak Blackberry?

16.49 by Putu Hadi · 0

Minggu, 22 September 2013

Kacaunya Peluncuran Blackberry Messenger, Tetapi Beginilah Cara Memakai BBM..


21 September adalah janji Blackberry akan melaunching BBM di Playstore tetapi hal yang ditunggu-tunggu tak kunjung datang. Semua orang pasti kesal ketika tepat jam 18:00 WIB BBM belum juga nongol di Playstore. Sebelum itu, gue mau bercerita hal yang tak terduga hari ini.

Kemarin pagi Kompas TV menghubungi gue guna membahas peluncuran BBM Lintas Platform, tak tanggung-tanggung di acara LiveShow BBM for Android gue diundang sebagai Narasumber untuk Android, membahas bagaimana BBM akan berkiprah di Android. Tunggu, gue gak membual kok..lihat aja gambar mention dan sms di bawah ini :



Ketika gue tanya mengapa Narsumnya harus gue, ternyata alasannya karena wartawan Kompas suka tulisan gue, jadi malu.

Balik lagi ke kacaunya peluncuran BBM. Gue berprasangka bahwa BBM for Android molor akibat traffic yang begitu besar dari pengguna Android yang gak sabar. Kemarin gue duduk di kedai kopi sambil browsing BBM for Android. Gue iseng mendownload Apk BBM for Android yang merupakan versi "bocoran" nya, tetapi gak memakainya karena masih menunggu yang resmi.

Sedari jam 7 sore WITA, gue menemukan banyak yang memasang screenshot bagaimana BBM berjalan di Android, tetapi memakai aplikasi "bocoran" tadi. Ini berarti Blackberry sudah membuka akses user untuk membuat PIN BBM oleh karena hari-hari kemarin hanya pengguna tertentu yang bisa join. Celakanya, user-user Android saling membagikan link untuk menggunakan aplikasi versi bocoran tadi. Dan yang terjadi sudah bisa ditebak, Blackberry mengatakan sekitar 1,1 juta user Android tiba-tiba mendaftar untuk Blackberry ID. Kemungkinan Blackberry tidak siap untuk traffic yang sebegitu besar sehingga merusak secara teknis dan karena itu aplikasi resminya terpaksa di"delay".


Gue salah satunya yang mencoba Apk, walaupun awalnya menahan-nahan untuk memakai tetapi karena sadar bahwa gak lama lagi pasti down, maka gue menginstallnya dan dengan sigap membuat Blackberry ID lalu mencobanya secepat mungkin mulai dari invite dan chat. Lalu inilah hasil pengamatan gue..

Bisakah di Tablet?

Pernyataan yang kurang gue terima dari Blackberry adalah bahwa Tablet Android dan iPad belum bisa mencicipi BBM karena sementara BBM berfokus di Smartphone. Aneh, perlu kamu tahu bahwa ada perbedaan yang besar antara tablet Android dan Apple. Tablet Android (terutama yang bisa nelpon) layaknya adalah Android biasa yang ukurannya gede aja, jadi Tablet Android itu sebenarnya sama sekali tidak berbeda spesies dengan Android-Android lain.

iPad? jelas sangat berbeda. iPhone dan iPad adalah 2 barang yang berbeda dari segi resolusi layar. Seorang pengembang secara khusus membuat aplikasi untuk iPad tetapi hanya beberapa aplikasi di Playstore yang memang dikhususkan untuk tablet Android.

Jadi bisa atau tidak? gue udah install aplikasi "bocoran" BBM di Tablet dan voila...terinstall biasa aja tuh. Kecuali nanti ketika BBM resmi keluar di Playstore lalu Tablet tidak bisa mengunduhnya, itu adalah batasan yang sengaja dibuat developer dan membuktikan keanehan Developernya karena jelas harusnya bisa berjalan di Android mana saja asal ber OS 4.0 ke atas.

Lalu bagaimana BBM berjalan di Android?

Seperti yang gue katakan tadi, insting gue memang benar kalo pasti Blackberry gak bisa menahan lebih jauh lagi serbuan user baru baik dari Android dan iPhone, kebukti sekarang BBM untuk Android dan iOS peluncurannya ditunda.

Beruntungnya, kemarin gue sempet nyobain BBM for Android. Setelah membuat Blackberry ID, kamu akan diberikan PIN dan langsung bisa memakainya. Menu ada di bagian bawah dengan menu tambahan di sidebar kiri dan kanan. Lihat gambar-gambar di bawah ini.





Summary

Post kali ini gue belum berani menyimpulkan apa-apa akibat kekacauan yang terjadi kemarin. Tetapi secara garis besar aplikasi BBM for Android ini memang sangat berbeda ketimbang LINE dan KAKAO yang begitu mirip, ataupun Whatsapp yang begitu simple. BBM punya ciri khasnya tersendiri yang mungkin lain kali akan gue tandingkan ketika aplikasinya sudah resmi muncul di Playstore. Untuk sementara Blackberry mengatakan bahwa yang mendaftar lewat aplikasi gak resminya BBM akan dinonaktifkan dulu, tetapi untuk iPhone sepertinya masih berjalan walau ditarik dari iTunes Store.

Akan ada 2 kemungkinan untuk BBM lintas platform ini, cuma jadi penggembira atau penguasa chatting. Jika mampu menangani traffic yang tak lagi hanya dari BB, maka BBM pasti terlalu kuat untuk platform chat lain, tetapi jika tidak, selamat tinggal Blackberry!

Kamu bisa membaca pernyataan Blackberry tentang kekacauan kemarin disini.



12.19 by Putu Hadi · 1