Selasa, 21 Mei 2013
Blackberry Tampaknya Menyerah (Kompasiana, 17 Mei 2013)
Entah harus merasa senang atau sedih, mendengar keputusan Blackberry melepaskan Blackberry Messenger(BBM) ke pihak Android dan iOS seperti sebuah negara yang terlibat perang namun melucuti senjatanya sendiri di depan musuh.
Perang dunia mobile memang sudah terjadi di antara Android, iOS, Blackberry, dan Windows Phone. Tetapi, belakangan perang hanya terjadi antara 2 platform yaitu Android dan iOS, 2 nama terakhir hanya memperebutkan peringkat ketiga. Dalam data terbaru yang dirilis, tidak salah lagi bahwa robot ijo dan apel gigit yang menguasai pasar penjualan handphone pintar.
Blackberry memang dari awal mencanangkan dirinya sebuah perangkat eksklusif, menjual chat eksklusif, yang pada akhirnya menggerogoti dirinya sendiri.
Apple adalah pencetus pasar aplikasi dengan sedari awal mengandalkan App Storenya. Android berusaha mengejar Apple dengan membuat Playstore (awalnya bernama android market), dan sekarang usahanya berhasil dimana jumlah aplikasinya hanya berbeda sedikit (walau Apple masih lebih banyak) . Walau begitu, Apple dengan estetika desainnya masih trlalu tangguh untuk digerogoti Android dan seluruh rekanan pembuat Smartphone nya.
Blackberry seharusnya meniru Android yang berusaha mengejar Apple dengan segala inovasinya. Nyatanya tidak, Blackberry masih tetap dengan keyakinannya bahwa user akan setia dengan eksklusifitas yang diberikan.
Dalam beberapa tahun belakangan, user melakukan migrasi besar besaran ke Apple dan Android karena Blackberry mulai tampak kuno ketimbang pesaing-pesaingnya. Blackberry hanya mengandalkan BBM dan privasi data user yang diklaim terjamin aman. Dan jadilah pergerakan pengguna beralih ke OS selain Blackberry sangat besar di belahan dunia selain Indonesia. Ya, sepertinya hanya Indonesia lah pasar Blackberry paling empuk. Secara ajaib user di Indonesia tidak silau sama sekali dengan gegap gempita fasilitas yang diberikan Apple dan Android.
Blackberry akhirnya tersulut dikatakan sebuah device kuno yang mengandalkan BBM. maka dari itu mereka berinovasi dengan mengeluarkan OS BB10, yang sepertinya merupakan inovasi telat karena OS lain sudah berlari jauh dan memiliki komunitas kuat. Blackberry menjanjikan akan mendatangkan aplikasi aplikasi populer di Android dan memberikan harapan baru bagi user Blackberry bahwa OS kesayangannya tidak sejadul yang orang orang pikirkan.
Harga device Blackberry yang mengusung OS BB10 menurut saya amat mahal, 7 juta rupiah. Walau begitu BB Z10 diklaim ramai peminatnya sehingga Blackberry tak ragu untuk membuat device device ber OS BB10.
Ada 1 hal yang dilewatkan Blackberry bahwa yang sedang bersaing bukan hanya Android dan Apple tetapi aplikasi aplikasi yang sejenis dengan BBM di masing masing store. Blackberry tampaknya mulai sadar bahwa pengguna Whatsap, messaging multiplatform itu sudah mencapai 200 juta user, jauh di atas BBM yang diklaim hanya 60 juta.
Belum lagi persaingan di antara Whatsap, LINE, KAKAO TALK, dan WECHAT. Hutan rimba messaging sudah dikuasai pemain pemain baru yang tangguh dan penuh inovasi.
Blackberry hanya menunggu waktu untuk keruntuhannya jika hanya menjual eksklusifitas memakai BB karena user sudah cerdas bahwa BBM bukan satu satunya pemain dunia messenger. Suka tidak suka, mau tidak mau, tampaknya Blackberry ingin menyelamatkan finansial dan muka mereka pada user seluruh dunia. Jika BBM tidak dilepas, maka ia hanya akan menjadi messenger kuno yang hanya dipakai user itu itu saja.
Dan jadilah sang CEO harus mengumumkan dengan berat bahwa BBM akan masuk ke iOS dan Android dalam waktu dekat. Bukan karena sekedar memberikan layanan multiplatform, tetapi menurut saya adalah memperkuat brand Blackberry sendiri sebagai penyedia layanan chatting.
Lalu bagaimana nasib Blackberry sebagai pemroduksi smartphone? ada hal yang sangat menggelitik. Blackberry baru saja meluncurkan smartphone Q5 yang dikatakan akan cocok bagi negara berkembang. Smartphone ini akan menyambangi Indonesia di bulan Agustus dengan harga yang dianggap pantas : 4 jutaan rupiah. Sebuah keputusan aneh dimana secara berdekatan, BBM juga akan mampir di Android dan iOS. Ayolah blackberry, siapa yang butuh BB seharga 4 juta jika hanya dengan 1,1 juta saja kita mendapat smartphone dengan spec sama dan bisa memakai BBM?
Blackberry tampaknya menyerah untuk mempertahankan eksklusifitasnya.
Perang dunia mobile memang sudah terjadi di antara Android, iOS, Blackberry, dan Windows Phone. Tetapi, belakangan perang hanya terjadi antara 2 platform yaitu Android dan iOS, 2 nama terakhir hanya memperebutkan peringkat ketiga. Dalam data terbaru yang dirilis, tidak salah lagi bahwa robot ijo dan apel gigit yang menguasai pasar penjualan handphone pintar.
Blackberry memang dari awal mencanangkan dirinya sebuah perangkat eksklusif, menjual chat eksklusif, yang pada akhirnya menggerogoti dirinya sendiri.
Apple adalah pencetus pasar aplikasi dengan sedari awal mengandalkan App Storenya. Android berusaha mengejar Apple dengan membuat Playstore (awalnya bernama android market), dan sekarang usahanya berhasil dimana jumlah aplikasinya hanya berbeda sedikit (walau Apple masih lebih banyak) . Walau begitu, Apple dengan estetika desainnya masih trlalu tangguh untuk digerogoti Android dan seluruh rekanan pembuat Smartphone nya.
Blackberry seharusnya meniru Android yang berusaha mengejar Apple dengan segala inovasinya. Nyatanya tidak, Blackberry masih tetap dengan keyakinannya bahwa user akan setia dengan eksklusifitas yang diberikan.
Dalam beberapa tahun belakangan, user melakukan migrasi besar besaran ke Apple dan Android karena Blackberry mulai tampak kuno ketimbang pesaing-pesaingnya. Blackberry hanya mengandalkan BBM dan privasi data user yang diklaim terjamin aman. Dan jadilah pergerakan pengguna beralih ke OS selain Blackberry sangat besar di belahan dunia selain Indonesia. Ya, sepertinya hanya Indonesia lah pasar Blackberry paling empuk. Secara ajaib user di Indonesia tidak silau sama sekali dengan gegap gempita fasilitas yang diberikan Apple dan Android.
Blackberry akhirnya tersulut dikatakan sebuah device kuno yang mengandalkan BBM. maka dari itu mereka berinovasi dengan mengeluarkan OS BB10, yang sepertinya merupakan inovasi telat karena OS lain sudah berlari jauh dan memiliki komunitas kuat. Blackberry menjanjikan akan mendatangkan aplikasi aplikasi populer di Android dan memberikan harapan baru bagi user Blackberry bahwa OS kesayangannya tidak sejadul yang orang orang pikirkan.
Harga device Blackberry yang mengusung OS BB10 menurut saya amat mahal, 7 juta rupiah. Walau begitu BB Z10 diklaim ramai peminatnya sehingga Blackberry tak ragu untuk membuat device device ber OS BB10.
Ada 1 hal yang dilewatkan Blackberry bahwa yang sedang bersaing bukan hanya Android dan Apple tetapi aplikasi aplikasi yang sejenis dengan BBM di masing masing store. Blackberry tampaknya mulai sadar bahwa pengguna Whatsap, messaging multiplatform itu sudah mencapai 200 juta user, jauh di atas BBM yang diklaim hanya 60 juta.
Belum lagi persaingan di antara Whatsap, LINE, KAKAO TALK, dan WECHAT. Hutan rimba messaging sudah dikuasai pemain pemain baru yang tangguh dan penuh inovasi.
Blackberry hanya menunggu waktu untuk keruntuhannya jika hanya menjual eksklusifitas memakai BB karena user sudah cerdas bahwa BBM bukan satu satunya pemain dunia messenger. Suka tidak suka, mau tidak mau, tampaknya Blackberry ingin menyelamatkan finansial dan muka mereka pada user seluruh dunia. Jika BBM tidak dilepas, maka ia hanya akan menjadi messenger kuno yang hanya dipakai user itu itu saja.
Dan jadilah sang CEO harus mengumumkan dengan berat bahwa BBM akan masuk ke iOS dan Android dalam waktu dekat. Bukan karena sekedar memberikan layanan multiplatform, tetapi menurut saya adalah memperkuat brand Blackberry sendiri sebagai penyedia layanan chatting.
Lalu bagaimana nasib Blackberry sebagai pemroduksi smartphone? ada hal yang sangat menggelitik. Blackberry baru saja meluncurkan smartphone Q5 yang dikatakan akan cocok bagi negara berkembang. Smartphone ini akan menyambangi Indonesia di bulan Agustus dengan harga yang dianggap pantas : 4 jutaan rupiah. Sebuah keputusan aneh dimana secara berdekatan, BBM juga akan mampir di Android dan iOS. Ayolah blackberry, siapa yang butuh BB seharga 4 juta jika hanya dengan 1,1 juta saja kita mendapat smartphone dengan spec sama dan bisa memakai BBM?
| Blackberry Q5, source : allthingsd.com |
![]() |
| SAMSUNG Galaxy Chat ICS hanya 1,1 juta, source gambar : www.duniaku.net |
11.25 by Putu Hadi · 0
Rabu, 15 Mei 2013
Blackberry Messenger akhirnya masuk Android dan iOS, harapan baru atau menyerah kalah?
Akhirnya Blackberry mengumumkan pada event Blackberry Live bahwa Blackberry Messenger akan dibawanya multiplatform, secara spesifik disebut iOS 5 dan Android minimal Ice Cream. Berita ini sebenarnya sangat mengejutkan terlebih Blackberry baru saja dengan sangat optimis meluncurkan BB Z10 dan Q10 dan mengatakan OS BB10 akan mengubah perjalanan Blackberry secara keseluruhan.
Mungkin bagi kamu pemakai BB masih tidak percaya dengan apa yang diberitakan oleh Blackberry. Ya, ini benar dan bukan sebuah April Mop karena ini bukan bulan April, ini Mei. Dan bagi pengguna Android, hal ini adalah sebuah kemenangan besar dimana masuknya BBM ke Android sudah pasti sebuah keuntungan telak dimana tidak ada lagi nilai eksklusif dari Blackberry Messenger itu sendiri.
Sampai sejauh ini, gue juga masih belum yakin langkah sesembrono ini dilakukan oleh Blackberry. Tetapi artikel-artikel dari media-media besar dan malah dari Blackberrynya sendiri akhirnya menguatkan bahwa BBM sudah pasti masuk ke Android dan iOS bila tidak ada kendala dalam hal perizinan di Google Play dan App Store Apple.
CEO Blackberry,Thorsten Heins, mengatakan bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk Blackberry Messenger berdiri sendiri. Dengan 60 juta pengguna, sangat jauh berbeda dengan Whatsap dengan 200 juta pengguna, BBM sepertinya ingin mengejar Whatsap sebagai aplikasi chat multiplatform terpopuler.
Menurut gue, kemungkinan besar BB10 yang diusung Blackberry Z10 tampaknya hanya mendulang untung tak banyak. Maka dari itu, Blackberry memilih jalur aman dengan memasukkan BBM ke ranah Android dan iOS agar dapurnya bisa ngepul dengan resiko penurunan tajam penjualan handset demi kenaikan untung seperti yang diperoleh Whatsap.
Well, berita ini tak cukup mengejutkan bagi gue karena kalo gak salah di tahun 2012 sudah bocor sebuah gambar memperlihatkan sebuah handset Android sedang diujicobakan aplikasi BBM untuk Android. Dahulu Blackberry menyangkal jika gambar itu adalah nyata, tetapi Blackberry mengakui dengan nyata di konferensinya bahwa BBM akan masuk Android musim panas ini.
Masih berminat memakai Blackberry untuk BBMan?
Mungkin bagi kamu pemakai BB masih tidak percaya dengan apa yang diberitakan oleh Blackberry. Ya, ini benar dan bukan sebuah April Mop karena ini bukan bulan April, ini Mei. Dan bagi pengguna Android, hal ini adalah sebuah kemenangan besar dimana masuknya BBM ke Android sudah pasti sebuah keuntungan telak dimana tidak ada lagi nilai eksklusif dari Blackberry Messenger itu sendiri.
Sampai sejauh ini, gue juga masih belum yakin langkah sesembrono ini dilakukan oleh Blackberry. Tetapi artikel-artikel dari media-media besar dan malah dari Blackberrynya sendiri akhirnya menguatkan bahwa BBM sudah pasti masuk ke Android dan iOS bila tidak ada kendala dalam hal perizinan di Google Play dan App Store Apple.
CEO Blackberry,Thorsten Heins, mengatakan bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk Blackberry Messenger berdiri sendiri. Dengan 60 juta pengguna, sangat jauh berbeda dengan Whatsap dengan 200 juta pengguna, BBM sepertinya ingin mengejar Whatsap sebagai aplikasi chat multiplatform terpopuler.
![]() |
| akhirnya, BBM untuk Android dan iOS |
Well, berita ini tak cukup mengejutkan bagi gue karena kalo gak salah di tahun 2012 sudah bocor sebuah gambar memperlihatkan sebuah handset Android sedang diujicobakan aplikasi BBM untuk Android. Dahulu Blackberry menyangkal jika gambar itu adalah nyata, tetapi Blackberry mengakui dengan nyata di konferensinya bahwa BBM akan masuk Android musim panas ini.
Masih berminat memakai Blackberry untuk BBMan?
17.57 by Putu Hadi · 1
Rabu, 17 April 2013
Panduan Membeli Tablet Yang Cihuy
Gue pernah membuat sebuah panduan membeli smartphone, kalo kalian ingat. Kemaren-kemaren gue juga membuat panduan memilih Phablet atau Smartphone biasa, inget? Kali ini gue mau meracuni kalian untuk beli tablet, lebih tepatnya membuat panduan membeli tablet yang pas buat kalian.
Keberadaan Tablet di tahun 2013 ini bener-bener racun, jumlahnya melebihi tablet-tablet di seluruh toko baik itu panadol, bodrex, dll. Kemaren gue sempet jalan-jalan ke Bogor, dimana-mana orang megang tablet tanpa mengenal umur. Makan di cafe buka tablet, nongkrong buka tablet, di pesawat juga buka tablet.
Nah kalo kamu salah satu yang kena racun pengen beli tablet, gue kasi saran paling cihuy sejagat raya agar gak salah memilih tablet karena gampang-gampang susah layaknya memilih pacar. Ada tablet yang cantik luarnya aja, dalemnya lemot. Ada tablet yang luarnya biasa aja, ternyata garang di dalam. Bahkan ada tablet yang dari outer maupun inner beautynya tokcer. Yah pokoknya pintar-pintar memilihlah..here we go..
Mau yang ukuran berapa?
Ini yang pertama mesti kamu tanyakan sama diri sendiri. Kamu mau yang ukuran berapa inch? 7? 10? 8? 36B? . FYI, tablet Android yang terpopuler ada di ukuran 7 inch. Menurut gue, ukuran berapa pun tablet tetep ngerepotin untuk dibawa. Tetapi tablet berukuran 7inch setidaknya bisa digenggam dengan lebih kuat dengan 1 tangan ketimbang tablet berukuran lebih besar dari itu. Urusan game, keduanya sama saja karena masih enak dipandang mata baik ukuran 7 maupun 10.

Untuk hal ukuran, gue susah mengatakan mana yang lebih bagus. Itu tergantung selera masing-masing karena ada yang suka make 10inch dan ada yang suka make 7inch. Kalo masih ragu, cobain aja pegang langsung tabletnya dan dikira-kira mana yang membuat kamu nyaman. Ingat, yang dipegang itu tabletnya jangan mbak-mbak SPGnya.
OSnya apa?
Kayaknya gue mesti persempit karena ini lebih tepatnya Android atau iOS? keduanya memang sangat bersaing dalam masalah pertabletan. Gue mencoba netral dalam menyarankan ini karena gue adalah pengguna keduanya. Jika kamu memilih Android, maka kamu bisa mendapatkan tablet dari yang berharga murah sampe yang berharga mahal. Masalah Aplikasi, maka jumlah aplikasi Android sudah bersaing dengan iOS sebanyak 700ribu aplikasi di Google Play.

Yang gue suka dari Android adalah caranya yang gak ribet dalam masukin musik karena tinggal copy dan paste. Tabletmu persis berfungsi layaknya flashdisk. Selain itu kalo kamu doyan nonton pelm dengan subtitle yang terpisah, di Tablet Android kamu tinggal samain nama file subtitlenya dengan file filmnya maka kamu sudah bisa menonton dengan tenang.
Bagaimana dengan Tablet besutan Apple? Pilihannya tidak banyak karena hanya ada merk iPad dengan berbagai varian. Di iOS kamu bisa menemukan sekitar 775ribu aplikasi, lebih banyak dari yang disediakan oleh Android. Sensasi memakai tablet besutan Apple tentu sangat berbeda karena sudah pasti kamu mendapatkan kesan "mewah" dan yang pasti tidak pasaran. Entah hanya perasaan saya saja atau beneran, kamera setiap produk Apple terasa lebih garang ketimbang produk lain.
Satu hal yang minus dari iPad yaitu ribetnya masukin lagu apalagi pelm. Masalahnya jembatan memasukkan apa-apa ke setiap produk Apple itu adalah iTunes, yang berarti setiap masukin lagu maka harus disingkronisasi dulu, begitu juga masukin film. Sebagai catatan, kamu harus menggabungkan dulu subtitle filmnya dengan file filmnya baru bisa menonton dengan subtitle. Ribet kan? tetapi keribetan ini toh kayaknya cuma di negara kita, emangnya orang Eropa dan Amerika suka nonton bajakan? gak juga kan :p
Storagenya berapa?
iPad tidak mengijinkan memori tambahan, maka dari itu mau tidak mau kamu harus membeli jenis iPad yang penyimpanannya sesuai dengan yang kamu inginkan. Berbeda dengan iPad, tablet Android memberikan ruang untuk menambah penyimpanan. So, pilih yang mana?
Konektivitas
Perhatikan apa yang kamu perlukan dalam konektivitas. Jika kamu lebih sering memakainya di rumah, dan rumahmu ada hotspotnya, better lebih memilih tablet hanya dengan wifi. Beda halnya jika kamu adalah orang dengan mobilitas tinggi, sebaiknya pikirkan untuk membeli tablet yang bisa dimasukin GSM card. Ada tablet yang memiliki konektivitas lengkap, bahkan bisa pake nelpon segala walaupun emang agak alay nelpon pake tablet.
Kamu gak punya banyak uang..maka belilah...
Ini masalah klasik banget yaitu uang. Banyak diantara kamu pengen punya tablet tapi makan di warteg aja masih toge sama dadar. Oke, kalo kamu bener-bener pengen tablet, sekedar petantang petenteng sana-sini bawa tablet biar keren..maka belilah tablet berukuran 7inch yang harganya gak mahal-mahal amat(di bawah 2 juta). Jangan beli iPad jenis apapun, nanti kamu cuma bisa makan remah gorengan di warteg.
Tablet di segmen ini lumayan banyak. Ada yang sudah terkenal merknya seperti ASUS, AXIOO, dan ACER sampai dengan merk yang hampir gak pernah kedengeran. Yeah, "you get what you pay dude", walaupun begitu setidaknya kamu punya tablet dan merasakan enaknya tabletan.

Keberadaan Tablet di tahun 2013 ini bener-bener racun, jumlahnya melebihi tablet-tablet di seluruh toko baik itu panadol, bodrex, dll. Kemaren gue sempet jalan-jalan ke Bogor, dimana-mana orang megang tablet tanpa mengenal umur. Makan di cafe buka tablet, nongkrong buka tablet, di pesawat juga buka tablet.
Nah kalo kamu salah satu yang kena racun pengen beli tablet, gue kasi saran paling cihuy sejagat raya agar gak salah memilih tablet karena gampang-gampang susah layaknya memilih pacar. Ada tablet yang cantik luarnya aja, dalemnya lemot. Ada tablet yang luarnya biasa aja, ternyata garang di dalam. Bahkan ada tablet yang dari outer maupun inner beautynya tokcer. Yah pokoknya pintar-pintar memilihlah..here we go..
Mau yang ukuran berapa?
Ini yang pertama mesti kamu tanyakan sama diri sendiri. Kamu mau yang ukuran berapa inch? 7? 10? 8? 36B? . FYI, tablet Android yang terpopuler ada di ukuran 7 inch. Menurut gue, ukuran berapa pun tablet tetep ngerepotin untuk dibawa. Tetapi tablet berukuran 7inch setidaknya bisa digenggam dengan lebih kuat dengan 1 tangan ketimbang tablet berukuran lebih besar dari itu. Urusan game, keduanya sama saja karena masih enak dipandang mata baik ukuran 7 maupun 10.

Untuk hal ukuran, gue susah mengatakan mana yang lebih bagus. Itu tergantung selera masing-masing karena ada yang suka make 10inch dan ada yang suka make 7inch. Kalo masih ragu, cobain aja pegang langsung tabletnya dan dikira-kira mana yang membuat kamu nyaman. Ingat, yang dipegang itu tabletnya jangan mbak-mbak SPGnya.
OSnya apa?
Kayaknya gue mesti persempit karena ini lebih tepatnya Android atau iOS? keduanya memang sangat bersaing dalam masalah pertabletan. Gue mencoba netral dalam menyarankan ini karena gue adalah pengguna keduanya. Jika kamu memilih Android, maka kamu bisa mendapatkan tablet dari yang berharga murah sampe yang berharga mahal. Masalah Aplikasi, maka jumlah aplikasi Android sudah bersaing dengan iOS sebanyak 700ribu aplikasi di Google Play.

Yang gue suka dari Android adalah caranya yang gak ribet dalam masukin musik karena tinggal copy dan paste. Tabletmu persis berfungsi layaknya flashdisk. Selain itu kalo kamu doyan nonton pelm dengan subtitle yang terpisah, di Tablet Android kamu tinggal samain nama file subtitlenya dengan file filmnya maka kamu sudah bisa menonton dengan tenang.
Bagaimana dengan Tablet besutan Apple? Pilihannya tidak banyak karena hanya ada merk iPad dengan berbagai varian. Di iOS kamu bisa menemukan sekitar 775ribu aplikasi, lebih banyak dari yang disediakan oleh Android. Sensasi memakai tablet besutan Apple tentu sangat berbeda karena sudah pasti kamu mendapatkan kesan "mewah" dan yang pasti tidak pasaran. Entah hanya perasaan saya saja atau beneran, kamera setiap produk Apple terasa lebih garang ketimbang produk lain.
Satu hal yang minus dari iPad yaitu ribetnya masukin lagu apalagi pelm. Masalahnya jembatan memasukkan apa-apa ke setiap produk Apple itu adalah iTunes, yang berarti setiap masukin lagu maka harus disingkronisasi dulu, begitu juga masukin film. Sebagai catatan, kamu harus menggabungkan dulu subtitle filmnya dengan file filmnya baru bisa menonton dengan subtitle. Ribet kan? tetapi keribetan ini toh kayaknya cuma di negara kita, emangnya orang Eropa dan Amerika suka nonton bajakan? gak juga kan :p
Storagenya berapa?
iPad tidak mengijinkan memori tambahan, maka dari itu mau tidak mau kamu harus membeli jenis iPad yang penyimpanannya sesuai dengan yang kamu inginkan. Berbeda dengan iPad, tablet Android memberikan ruang untuk menambah penyimpanan. So, pilih yang mana?
Konektivitas
Perhatikan apa yang kamu perlukan dalam konektivitas. Jika kamu lebih sering memakainya di rumah, dan rumahmu ada hotspotnya, better lebih memilih tablet hanya dengan wifi. Beda halnya jika kamu adalah orang dengan mobilitas tinggi, sebaiknya pikirkan untuk membeli tablet yang bisa dimasukin GSM card. Ada tablet yang memiliki konektivitas lengkap, bahkan bisa pake nelpon segala walaupun emang agak alay nelpon pake tablet.
Kamu gak punya banyak uang..maka belilah...
Ini masalah klasik banget yaitu uang. Banyak diantara kamu pengen punya tablet tapi makan di warteg aja masih toge sama dadar. Oke, kalo kamu bener-bener pengen tablet, sekedar petantang petenteng sana-sini bawa tablet biar keren..maka belilah tablet berukuran 7inch yang harganya gak mahal-mahal amat(di bawah 2 juta). Jangan beli iPad jenis apapun, nanti kamu cuma bisa makan remah gorengan di warteg.
Tablet di segmen ini lumayan banyak. Ada yang sudah terkenal merknya seperti ASUS, AXIOO, dan ACER sampai dengan merk yang hampir gak pernah kedengeran. Yeah, "you get what you pay dude", walaupun begitu setidaknya kamu punya tablet dan merasakan enaknya tabletan.

Sampe jumpa di panduan-panduan cihuy berikutnya
20.40 by Putu Hadi · 1
Kamis, 04 April 2013
5 Aplikasi Android Favorit Lookj
Semakin lama punya Android, aplikasi keluar masuk tanpa gue ingat apa saja yang pernah diinstall dan apa saja yang pernah diuninstall saking banyaknya. Tetapi dari sekian banyak aplikasi, ada beberapa yang favorit dan gak pernah diuninstall karena fungsinya yang memang sesuai dengan kebutuhan gue. Mungkin kamu juga punya kebutuhan yang sama, mari kita simak aplikasi apa saja yang gue suka :
1. Whatsapp
Diantara sekian platform chatting, gue cuma suka Whatsapp. User Interface yang sudah diperbaiki menjadi semakin modern membuat gue betah di Whatsapp ketimbang platform lain seperti KakaoTalk, WeChat, dan LINE. Hanya 1 saja kekurangan Whatsapp yaitu hanya gratis selama setahun. Bagi gue, hal ini sudah tertangani karena bisa bayar pake kartu kredit. Namun bagi pengguna tanpa kartu kredit, pemotongan pulsa sepertinya belum menjadi opsi.
Whatsapp memang lebih simpel ketimbang platform lain, tetapi kesimpelannya ini yang menjadi nilai lebih ketimbang pemain lain yang sering mengandalkan smiley-smiley unik. Sistem pencarian temannya sangat sederhana, WA (Whatsapp) mengambil contact dari smartphone. Jauh lebih simpel ketimbang pesaing lain yang kadang nomor kontak saja tidak cukup.
2. Dropbox
Belakangan ini gue suka diminta foto-foto momen penting dan seringnya dadakan. Gue jarang bawa kamera tiap hari, tetapi gue selalu bawa Tablet. Nah, Dropbox sangat membantu dalam hal ini karena gue menginstallnya di Tablet dan mengupload setiap foto jika ada jaringan wifi. Kebetulan di kantor dipasang wifi yang lumayan cepat, maka sekali jepret setiap foto yang diambil masuk ke folder camera upload.
Tetapi hati-hati, jangan mengambil gambar yang aneh-aneh deh karena takutnya gak sempet hapus dan orang lain melihatnya di folder Dropbox komputer, gaswat.
3. Google Calendar
Kalender? cuma untuk lihat tanggalan doang? gak juga kok. Gue diharuskan untuk membuat catatan pekerjaan setiap harinya sebagai bukti bahwa gue gak makan gaji buta. Google Calendar sangat membantu dalam hal ini karena setiap harinya gue mencatatnya disini. Selain untuk mencatat kegiatan, Google Calendar juga bisa dibuat sebagai pengingat atau pengganti timeline schedule. Gak pernah make untuk bikin schedule dan catatan harian? dipake apa aja tuh Smartphone? :p
4. Opera Mini Web Browser
Gue mencoba banyak browser dan ujung-ujungnya akan memakai Opera Mini. Why? Because Opera Mini itu gak ngabisin kuota dan jauh lebih cepet ketimbang browser lain. Opera Mini memiliki banyak keterbatasan tapi kalo yang kamu pentingin hanya konten saja, maka kamu sangat cocok memakai Opera Mini.
5. Google Translate
Satu-satunya kamus yang paling sering gue buka adalah Google Translate. Apalagi sekarang sudah mendukung "Offline Mode" yang berarti tidak perlu tersambung Internet untuk melakukan penerjemahan (tentunya download file offline nya dulu). Google Translate lengkap dengan bookmark translate dan pelafalan hasil traslate, canggih kan?
Apakah kamu punya aplikasi favorit tetapi gak masuk di list ini? gak apa-apa, ini kan cuma pendapat gue doang, Tetapi 5 aplikasi tadi sangat layak kamu install di Android. Sebenarnya ada beberapa aplikasi yang juga gue sering buka, hanya aplikasi tersebut memang bawaan Tablet jadi tidak gue ikut sertakan.
1. Whatsapp
Diantara sekian platform chatting, gue cuma suka Whatsapp. User Interface yang sudah diperbaiki menjadi semakin modern membuat gue betah di Whatsapp ketimbang platform lain seperti KakaoTalk, WeChat, dan LINE. Hanya 1 saja kekurangan Whatsapp yaitu hanya gratis selama setahun. Bagi gue, hal ini sudah tertangani karena bisa bayar pake kartu kredit. Namun bagi pengguna tanpa kartu kredit, pemotongan pulsa sepertinya belum menjadi opsi.
Whatsapp memang lebih simpel ketimbang platform lain, tetapi kesimpelannya ini yang menjadi nilai lebih ketimbang pemain lain yang sering mengandalkan smiley-smiley unik. Sistem pencarian temannya sangat sederhana, WA (Whatsapp) mengambil contact dari smartphone. Jauh lebih simpel ketimbang pesaing lain yang kadang nomor kontak saja tidak cukup.
2. Dropbox
Belakangan ini gue suka diminta foto-foto momen penting dan seringnya dadakan. Gue jarang bawa kamera tiap hari, tetapi gue selalu bawa Tablet. Nah, Dropbox sangat membantu dalam hal ini karena gue menginstallnya di Tablet dan mengupload setiap foto jika ada jaringan wifi. Kebetulan di kantor dipasang wifi yang lumayan cepat, maka sekali jepret setiap foto yang diambil masuk ke folder camera upload.
Tetapi hati-hati, jangan mengambil gambar yang aneh-aneh deh karena takutnya gak sempet hapus dan orang lain melihatnya di folder Dropbox komputer, gaswat.
3. Google Calendar
Kalender? cuma untuk lihat tanggalan doang? gak juga kok. Gue diharuskan untuk membuat catatan pekerjaan setiap harinya sebagai bukti bahwa gue gak makan gaji buta. Google Calendar sangat membantu dalam hal ini karena setiap harinya gue mencatatnya disini. Selain untuk mencatat kegiatan, Google Calendar juga bisa dibuat sebagai pengingat atau pengganti timeline schedule. Gak pernah make untuk bikin schedule dan catatan harian? dipake apa aja tuh Smartphone? :p
4. Opera Mini Web Browser
Gue mencoba banyak browser dan ujung-ujungnya akan memakai Opera Mini. Why? Because Opera Mini itu gak ngabisin kuota dan jauh lebih cepet ketimbang browser lain. Opera Mini memiliki banyak keterbatasan tapi kalo yang kamu pentingin hanya konten saja, maka kamu sangat cocok memakai Opera Mini.
5. Google Translate
Satu-satunya kamus yang paling sering gue buka adalah Google Translate. Apalagi sekarang sudah mendukung "Offline Mode" yang berarti tidak perlu tersambung Internet untuk melakukan penerjemahan (tentunya download file offline nya dulu). Google Translate lengkap dengan bookmark translate dan pelafalan hasil traslate, canggih kan?
Apakah kamu punya aplikasi favorit tetapi gak masuk di list ini? gak apa-apa, ini kan cuma pendapat gue doang, Tetapi 5 aplikasi tadi sangat layak kamu install di Android. Sebenarnya ada beberapa aplikasi yang juga gue sering buka, hanya aplikasi tersebut memang bawaan Tablet jadi tidak gue ikut sertakan.
21.50 by Putu Hadi · 1
Langganan:
Entri (Atom)









