Minggu, 17 Juli 2011
Mengapa Link dari KASKUS diblokir Facebook?
Beberapa waktu lalu saya membaca status Facebook teman saya yang menyatakan bahwa tidak bisa lagi share link dari KASKUS di Facebook. Awalnya saya tidak percaya tetapi hari ini ketika saya ingin menshare sebuah link dari KASKUS ternyata FB menolaknya dengan warning seperti ini:

Jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia maka artinya kurang lebih link dari KASKUS dianggap sebuah SPAM. Padahal hal ini tidak terjadi beberapa minggu yang lalu. Mengapa link dari Forum dengan komunitas terbesar di Indonesia ini diblokir? KASKUS memang belakangan ini sering disebut-sebut media karena kasus penjualan iPad ilegal dan penipuan yang berkedok investasi, tetapi ini pasti tidak ada hubungannya dengan pemblokiran link KASKUS di Facebook. Lalu apakah penyebabnya beberapa link dari KASKUS sering mengotori dinding Facebook? Adakah kawan-kawan yang tahu?

Jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia maka artinya kurang lebih link dari KASKUS dianggap sebuah SPAM. Padahal hal ini tidak terjadi beberapa minggu yang lalu. Mengapa link dari Forum dengan komunitas terbesar di Indonesia ini diblokir? KASKUS memang belakangan ini sering disebut-sebut media karena kasus penjualan iPad ilegal dan penipuan yang berkedok investasi, tetapi ini pasti tidak ada hubungannya dengan pemblokiran link KASKUS di Facebook. Lalu apakah penyebabnya beberapa link dari KASKUS sering mengotori dinding Facebook? Adakah kawan-kawan yang tahu?
17:49 by Lookj · 7
Minggu, 10 Juli 2011
3 poin awal kelebihan Google+
Dalam beberapa hari belakangan memang Google sedang gencar-gencarnya mempromokan Social Networknya yang baru dengan nama Google+ . Setelah gagal dengan Google Wave, proyek Google kali ini diharapkan bisa bersaing dengan Raja Sosial network yang tak lain adalah Facebook. Awalnya saya hanya sempat melihat review dari video maupun omongan para blogger tentang Google+. Dari review mereka memang Google+ dikatakan bisa melakukan apa yang tidak bisa dilakukan oleh Facebook.
Kemarin saya iseng meminta sebuah undangan Google+ di forum Teknoup. Pagi ini ketika saya buka email, saya menerima undangan untuk bergabung dengan Google+. Saya tak panjang mikir langsung bergabung dengan Google+ dan segera mengubek-ubek sana-sini fitur dari Google+. Dan hasilnya? Wow, Saya sampai tidak bisa berkata-kata. Sampai saat ini saya baru mencoba fitur standar Google+ sebagai social bookmark, tetapi mari kita lihat 3 hal berbeda dari Google+ yang bisa menarik user facebook:
1. Jaringan yang terbagi
Jika di FB kita hanya mengenal Friend maka tidak di Google+ karena Friend juga terbagi dengan standar pembagian adalah teman, kenalan, followers tetapi circle bisa kita tambahkan sesuai dengan kebutuhan kita masing-masing.

2. Tak perlu pesan dan tag
Circle bukan hanya sebuah pengelompokkan tetapi juga berguna nantinya untuk pembatasan melihat sebuah status. Kamu bisa mengatur sebuah status hanya dilihat oleh Circle tertentu atau orang tertentu sehingga kalau begini tidak lagi dibutuhkan grup. Memang di Facebook juga sudah tersedia fasilitas serupa tetapi Google mengemas caranya dengan lebih sederhana dan user friendly.

3. Integrasi +1
Antara +1 dan "like" memang terlihat sama saja tetapi istimewanya Google+ mengakomodir segala hal yang kita labeli dengan +1 sehingga bukan hanya status tetapi segala bacaan dan hal yang kita "+1" di dunia maya terpantau sehingga bisa menjadi referensi.
Hanya 3? tidak, saya belum sempat mengeksplorasi Google+ karena Google katanya juga menjanjikan pengalaman social network multimedia yang menarik dan berbeda tentunya. Mungkin para petinggi facebook mulai gerah dengan G+, tidak percaya? tengok saja pengguna G+ yang paling banyak diikuti ternyata adalah sang pendiri Facebook sendiri. Ngapain nyoba Mark? G+ addict juga? :)

NB : Nantinya setelah mendapatkan link profil yang berupa ID, kamu bisa singkat di alamat gplus.to , kalau ingin diinvite tinggalkan alamat email di komentar.
Kemarin saya iseng meminta sebuah undangan Google+ di forum Teknoup. Pagi ini ketika saya buka email, saya menerima undangan untuk bergabung dengan Google+. Saya tak panjang mikir langsung bergabung dengan Google+ dan segera mengubek-ubek sana-sini fitur dari Google+. Dan hasilnya? Wow, Saya sampai tidak bisa berkata-kata. Sampai saat ini saya baru mencoba fitur standar Google+ sebagai social bookmark, tetapi mari kita lihat 3 hal berbeda dari Google+ yang bisa menarik user facebook:
1. Jaringan yang terbagi
Jika di FB kita hanya mengenal Friend maka tidak di Google+ karena Friend juga terbagi dengan standar pembagian adalah teman, kenalan, followers tetapi circle bisa kita tambahkan sesuai dengan kebutuhan kita masing-masing.

2. Tak perlu pesan dan tag
Circle bukan hanya sebuah pengelompokkan tetapi juga berguna nantinya untuk pembatasan melihat sebuah status. Kamu bisa mengatur sebuah status hanya dilihat oleh Circle tertentu atau orang tertentu sehingga kalau begini tidak lagi dibutuhkan grup. Memang di Facebook juga sudah tersedia fasilitas serupa tetapi Google mengemas caranya dengan lebih sederhana dan user friendly.

3. Integrasi +1
Antara +1 dan "like" memang terlihat sama saja tetapi istimewanya Google+ mengakomodir segala hal yang kita labeli dengan +1 sehingga bukan hanya status tetapi segala bacaan dan hal yang kita "+1" di dunia maya terpantau sehingga bisa menjadi referensi.
Hanya 3? tidak, saya belum sempat mengeksplorasi Google+ karena Google katanya juga menjanjikan pengalaman social network multimedia yang menarik dan berbeda tentunya. Mungkin para petinggi facebook mulai gerah dengan G+, tidak percaya? tengok saja pengguna G+ yang paling banyak diikuti ternyata adalah sang pendiri Facebook sendiri. Ngapain nyoba Mark? G+ addict juga? :)

NB : Nantinya setelah mendapatkan link profil yang berupa ID, kamu bisa singkat di alamat gplus.to , kalau ingin diinvite tinggalkan alamat email di komentar.
08:56 by Lookj · 6
Rabu, 06 Juli 2011
Thanks Virus!
Waduh, blog ini udah jadi rumah tak bertuan nih karena sangat lama saya tinggalkan. Maklum, saya lagi nyusun naskah buku berikutnya yang baru kemarin ini saya kirimkan ke Penerbit dan sekarang akhirnya bisa lagi hidup dengan tenang tanpa memikirkan naskah karena saya ngebet pengen buku ketiga.
Lupakan deh naskah saya yang masih diseleksi Penerbit. Masih ingat dengan buku saya yang judulnya "Membasmi Virus Komputer Tak Perlu Pinter"? Mungkin teman-teman sekalian pernah membacanya dan bahkan banyak pertanyaan masuk ke email terutama tentang teknis membasmi virus dan bagaimana pencegahannya. Saya minta maaf karena tidak semua pertanyaan saya bisa jawab oleh karena kesibukan saya yang tidak hanya nongkrong depan laptop sambil Internetan. Ya walaupun saya selalu terlihat update status dan online di Facebook, itu semata-mata karena saya memakai Smartphone Android yang membuat saya tentunya bisa online di mana saja. Kembali ke buku saya, sebenarnya buku "Membasmi Virus Komputer terbit 2 tahun lalu tepatnya di 2009, saya bahkan mengira bahwa buku ini sudah tidak cetak lagi.
Biasanya setiap 6 bulan datang laporan tentang penjualan buku ini. Untuk Bulan Juli saya belum menerimanya maka dari itu saya kira bahwa buku sudah tidak cetak lagi dan memang berarti berakhir sudah peredaran buku ini di toko buku. Tetapi beberapa hari kemudian saya diinfokan sesuatu yang membuat saya agak tercengang karena ternyata buku ini masih cetak dan pembelinya ternyata bahkan lebih banyak dari 6 bulan lalu. Memang hal ini berarti semakin banyak juga royalti yang saya dapat, tetapi intinya bukan itu. Saya senang karena karya saya masih diterima dengan baik oleh para pembaca. Memang kalau dari segi konten, buku ini masih relevan untuk dipakai sekarang apalagi seperti yang kita ketahui masih banyak pemakai komputer yang mengandalkan Operating System Windows XP.

Jadi teman-teman, saya sangat berterima kasih kepada para pembaca di seluruh Indonesia perihal Buku saya yang masih bisa diterima dan terus saja dibeli perbulannya. Bagi yang belum beli buku cara membasmi dan mencegah virus dengan mudah ini silahkan beli di toko buku terdekat dengan judul "Membasmi Virus Komputer Tak Perlu Pinter" atau di toko online seperti Kutukutubuku.com dan bukabuku.com.
Lupakan deh naskah saya yang masih diseleksi Penerbit. Masih ingat dengan buku saya yang judulnya "Membasmi Virus Komputer Tak Perlu Pinter"? Mungkin teman-teman sekalian pernah membacanya dan bahkan banyak pertanyaan masuk ke email terutama tentang teknis membasmi virus dan bagaimana pencegahannya. Saya minta maaf karena tidak semua pertanyaan saya bisa jawab oleh karena kesibukan saya yang tidak hanya nongkrong depan laptop sambil Internetan. Ya walaupun saya selalu terlihat update status dan online di Facebook, itu semata-mata karena saya memakai Smartphone Android yang membuat saya tentunya bisa online di mana saja. Kembali ke buku saya, sebenarnya buku "Membasmi Virus Komputer terbit 2 tahun lalu tepatnya di 2009, saya bahkan mengira bahwa buku ini sudah tidak cetak lagi.
Biasanya setiap 6 bulan datang laporan tentang penjualan buku ini. Untuk Bulan Juli saya belum menerimanya maka dari itu saya kira bahwa buku sudah tidak cetak lagi dan memang berarti berakhir sudah peredaran buku ini di toko buku. Tetapi beberapa hari kemudian saya diinfokan sesuatu yang membuat saya agak tercengang karena ternyata buku ini masih cetak dan pembelinya ternyata bahkan lebih banyak dari 6 bulan lalu. Memang hal ini berarti semakin banyak juga royalti yang saya dapat, tetapi intinya bukan itu. Saya senang karena karya saya masih diterima dengan baik oleh para pembaca. Memang kalau dari segi konten, buku ini masih relevan untuk dipakai sekarang apalagi seperti yang kita ketahui masih banyak pemakai komputer yang mengandalkan Operating System Windows XP.

Jadi teman-teman, saya sangat berterima kasih kepada para pembaca di seluruh Indonesia perihal Buku saya yang masih bisa diterima dan terus saja dibeli perbulannya. Bagi yang belum beli buku cara membasmi dan mencegah virus dengan mudah ini silahkan beli di toko buku terdekat dengan judul "Membasmi Virus Komputer Tak Perlu Pinter" atau di toko online seperti Kutukutubuku.com dan bukabuku.com.
20:26 by Lookj · 1
Langgan:
Entri (Atom)

